Mengenali sejarah Café Tertua Dunia yang masih bertahan sampai hari ini, seperti seorang Limonadier atau Lemonade Vender dari Palermo – Italia yang berdagang di Kota Paris mencampurkan Kopi kedalam menu tambahan dalam dagangan Lemonadenya dan kemudian membangun Café Le Procope. Adalah François Procope atau Procopio Cultelli atau Cotelli yang berhasil merubah Café sebagai tempat berkumpulnya para Aktor, Penulis, Seniman dan Musisi pada tahun 1686. Tercatat dalam sejarah, Benjamin Franklin, Paul Verlaine, M. Saint-Foix, Rousseau, Beaumarchais, Diderot dan Napoleon Bonaparte pernah dan sering menikmati secangkir Kopi di Café Le Procope bersama dengan Pemiliknya, François Procope.

Procope.com
Kisah lain dari Italia, setelah Pope Clement VIII (1535–1605) mencicipi secangkir Kopi dan kemudian membaptis Kopi sebagai minuman resmi yang layak untuk dinikmati di Italia, Floriono Francesconi dari Venezia – Italia kemudian membangun Caffè Florian pada tahun 1720 dan juga bertahan samapai sekarang. Adalah Caffè Florian yang pertama kali menjadikan Wanita sebagai Chef dan Waitresses, dan ini menjadikan Caffè Florian menjadi tempat untuk menikmati kopi paling ramai bagi Bangsawan Italia di Piazza San Marco dengan menampilkan karya musisi Italia, Giuseppe Verdi. Caffè Florian, Cafè pertama milik asli Orang Venezia – Italia.

Caffeflorian.com
Masih dari Piazza San Marco, Carlo Lavena membangun Caffé Lavena pada tahun 1750 dengan julukan sebagai “a museum of hospitality”. Kemudian Caffé Lavena memperkenalkan ke Dunia bagaimana Kopi juga bisa menjadi Cocktail dan Party. Tempat untuk menikmati Kopi ini pernah berubah nama sesuai dengan julukan dan panggilan dari Orang Venezia – Italia sebagai Regina d’Ungheria (The Queen of Hungary) kemudian berubah menjadi Orso Coronato (The Crowned Bear) dan kemudian berganti nama lagi menjadi Caffè dei Foresti (The Foreigners’ Café), sampai pada akhirnya Carlo Lavena mengambil alih Café ini pada tahun 1860 sebagai sebuah “coffee boutique” dengan menampilkan karya musisi berkebangsaan Jerman, Richard Wagner dan Dunia mengenalnya sebagai Caffé Lavena yang sekarang di miliki oleh Francesca Lavena.

Caffelavena.it
Bagaimana? masih ada yang mau bertanya Café apa yang paling pertama kali ada di muka Bumi? bisa saja ada Café dari zaman Kaldi di Ethiopia tapi karena zaman Perbudakan jadi tidak ada yang bertahan dan terkenal sampai sekarang, atau mungkin saja ada Café dari Adar di Yaman (Yemen) tapi juga tidak ada yang terkenal dan bertahan, atau ada Café di Turkey (Turk) dengan nama Kahveh Kanes tapi juga tidak ada yang terkenal seperti Café yang ada di Paris dan Venezia. Meskipun Pasqua Rosée pada tahun 1652 pernah membangun London Coffee House di St. Michaels Alley – Cornhill, namun pada akhirnya berubah menjadi The Lloyd’s of London. Pada akhirnya, keagungan Kopi menjadi milik abadi Orang Italia dengan bahasa Espresso, Cappuccino dan LatteNya, sampai pada akhirnya keagungan Café menjadi milik Orang Perancis. Belajar dari kisah nyata Le Procope, Caffè Florian, Caffé Lavena, Brasserie Lipp dan Café de Flore menjadi wajib bagi Penikmat Kopi dan Pengusaha Café karena Merekalah Café terTua dan Terbaik Dunia.

Edward Bramah (founder Bramah Museum of Tea & Coffee) yang juga pengarang buku "Tea and Coffee: a Modern View of Three Hundred Years of Tradition, buku Coffee-Makers: 300 Years of Art and Design and Novelty Teapots dan buku The Bramah Tea and Coffee Walk Around London" menjelaskan kisah bagaimana Café milik Pasqua Rosée 1652 "London Coffee House" yang sekarang sudah tidak ada lagi. Pada usia ke 76 tahunnya, Edward Bramah "1931-2008" (www.teaandcoffeemuseum.co.uk) meninggal dunia.
Masih banyak Café terTua yang belum sempat terdokumentasikan namun Kita semua masih bisa datang dan menikmati Kopi mungkin di Brasserie Lipp “1880″ (groupe-bertrand.com/lipp.php) dan Café de Flore “1887″ (cafedeflore.fr). Bagaimanapun, kisah tentang Café tidak akan pernah berhenti sampai disini begitupun dengan cara Kita belajar dan mengerti akan kenyataan bahwa Café adalah sebuah bentuk dari budaya yang sudah lama ada.